Metode Al Mubarok

Penamaan Al Mubarok yang Artinya Diberkahi

metodealmubarok

Ciri khas metode ini adalah pada banyaknya latihan di setiap tema pembahasan

Metode Al Mubarok adalah metode pembelajaran tahsin tilawah yang memadukan antara teori dan praktik dengan penyusunan huruf hijaiyyah berdasarkan letak makhrojnya.

Disusun pada tahun 2016 oleh ustadz Waisul Qurni, Lc saat mengawali pembukaan LTTQ Al Azzam di komplek Taman Cilegon Indah, Kota Cilegon – Banten, dan masih terus di perbaharui sampai saat ini.

Munculnya metode ini terinspirasi oleh buku metode Al Haqq yang disusun oleh Al Mukarrom KH. Saipul Anwar, Lc, MA selaku Pembina Yayasan Al Haqq Indonesia Balikpapan, Kalimantan Timur.

Buku Acuan Pembelajaran

Metode Al Mubarok disiapkan untuk jenjang level pemula dan level lanjutan, baik untuk usia anak-anak, remaja, dewasa maupun lansia.

Buku untuk level pemula terdiri dari 6 jilid, dan buku untuk level lanjutan terdiri dari 4 jilid.

metodealmubarok
Metode Al Mubarok

Banyak Latihan

Dimulai dari dasar pengucapan letak huruf hijaiyah yang benar dan pembiasaan tilawah Al Qur’an.

Mudah Dipahami

Menggunakan banyak contoh pengucapan dan kutipan dari Al Qur’an.

Terstruktur

Materi yang mudah dipahami berdasarkan tingkat pemahaman peserta didik.

Bersanad

Metode Al Mubarok diibuat oleh guru yang memiliki ijazah riwayat sanad keilmuan yang jelas.

FAKTA METODE
AL MUBAROK

Saat ini, buku panduan belajar membaca Al Qur'an metode Al Mubarok dengan level pemula maupun menengah menjadi buku panduan yang dipelajari di LTTQ AL Azzam Komplek Taman Cilegon Indah, dan juga di lembaga-lembaga yang menjadi binaan LTTQ Al Azzam.​
Dengan total berjumlah 18 lembaga yang tersebar di kecamatan dalam kota Cilegon telah memiliki total peserta kurang lebih 2000 orang dan terus berkembang.

Mengapa Harus Belajar Membaca Al Qur'an?

Yang membaca Al Qur'an dan dia mahir membacanya, dia bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang membaca Al Qur'an namun dia tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” [HR. Bukhari No. 4937]

Scroll to Top
Whatsapp