Untuk menjalankan visi dan misi lembaga, LTTQ Al Azzam fokus untuk memenuhi kebutuhan belajar tahsin dan tahfidz khususnya di kota Cilegon. Kebutuhan guru tahsin dan tahfidz terutama di kota Cilegon dengan kualitas sesuai standar kompetensi LTTQ Al Azzam sangat diperlukan seiring bertambah banyak kelas-kelas tahsin di LTTQ Al Azzam, lembaga binaan, maupun cabang dari LTTQ AL Azzam di kota Cilegon. Kegiatan Traning for Teacher (TFT) yang diusulkan oleh Koordinator bidang Pendidikan (Ustadzah Eni Amaliah) adalah kegiatan khusus pengajar tahsin yang diadakan pertama kali oleh LTTQ Al Azzam di Cilegon pada bulan ramadhan tepatnya tanggal 4-8 April 2022.
Kegiatan perdana Training For Teacher ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai kecamatan di Kota Cilegon yang memiliki syarat tertentu, diantaranya:
- Bersedia menjadi guru di LTTQ Al Azzam, lembaga binaan, maupun cabang.
- Memiliki bacaan Al Qur’an yang sudah baik
- Menguasai buku Al Mubarok musthawa 2, dan
- Memiliki keinginan yang kuat untuk menyebarkan Al-Qur’an
Selama lima hari pelaksanaan, peserta dikenalkan profil dari LTTQ Al Azzam, peserta juga mengupas tuntas buku AL Mubarok Musthawa 1 bersama Ustadz Waisul Qurni selaku penyusun buku Al Mubarok dan Direktur LTTQ Al Azzam. Selain itu, peserta mendapat tips dan trik sukses mengajar metode Al Mubarok. Selanjutnya, peserta mengikuti Micro Teaching dan di hari terakhir peserta mendapat materi motivasi Al Qur’an dari ustadz Astho Harjoko.
Acara dimeriahkan dengan yel-yel dan jargon dari salah seorang peserta. Panitia juga memberi apresiasi dengan satu set peralatan bekal makan kepada peserta teraktif dan peserta dengan nilai terbaik. Adapun, setiap peserta mendapat sertifikat yang mengikuti acara hingga hari terakhir.
“Rencana ke depannya, kami akan memilih pengajar dari peserta yang telah mengikuti TFT untuk menyampaikan materi Tahsin di kelas-kelas baru baik di LTTQ pusat, lembaga binaan, maupun di cabang.” jelas Ustadzah Eni Amaliah.
